Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS menyelenggarakan Kuliah Pakar “Pemanfaatan dan Penelusuran Arsip di Belanda” pada tanggal 26 Februari 2025 dengan Narasumber 1 Alexander Enzlin, MA. dan Narasumber 2 Dr. Harto Juwono, M.Hum.
Sarasehan
Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS mengadakan Sarasehan Penyempurnaan Kurikulum bersama Stakeholder dan Alumni pada tanggal 17 September 2024 di Ruang Seminar Gedung 3 FIB UNS
Kuliah Umum
Kuliah Umum Generasi Milenial Terdepan : Berjejak Sejarah, Menatap Masa Datang Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS oleh Agus HK (Alumni Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS)
Sarasehan Pembentukan IKA Alumni Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS
Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS menyelenggarakan Sarasehan Pembentukan IKA Alumni Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS yang dilaksanakan pada tanggal 12 November 2024 di Ruang Indrakila, UNS Inn.
Diskusi Sejarah Bincang Kutha Sala: Identitas, Simbol, dan Budaya
Diskusi Sejarah yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS, pada tanggal 10 Desember 2024 yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang Seminar Gedung 3 FIB UNS sebagai Tribute to Dr. Susanto, M.Hum.
Genapi Program MBKM, Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS Adakan Workshop di Gunung Kidul
Sebagai implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mewajibkan masyarakat akademik mengaplikasikan ilmunya untuk membantu mencari solusi terhadap permasalahan sosial disuatu daerah, kali ini Program Studi (prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Mempersiapkan Desa Binaan sebagai Pusat MBKM pada Kamis (02/12/2021) di Sanggar Seni Tresna Budaya yang berada di Desa Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Prodi Ilmu Sejarah FIB, Dr. Susanto, M.Hum mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya “menyambungkan” dunia akademik yang teoritis dengan dunia nyata. “keindahan jika kita sudah mempraktikkan sedikit teori yang dimiliki untuk memberikan solusi bagi orang lain” ungkapnya. Sanggar Seni Tresna Budaya merupakan satu-satunya jantung bagi pelestarian seni tradisi di daerah tersebut, faktor itulah yang mendorong prodi Ilmu Sejarah merasa memiliki kewajiban untuk mempertahankan bahkan memberikan bekal yang relevan dan lebih kreatif, agar sanggar tersebut tetap berpijar. “Ya, di sini (Kemiri, Gunung Kidul) sanggar seni cuma ada satu” terang Dr. Susanto. Adapun kegiatan yang diinisiasi oleh prodi Ilmu Sejarah FIB berupa workshop peningkatan pengetahuan dan ketrampilan praktik budaya Jawa, khususnya tentang pakaian Jawa dan rias untuk seni pertunjukan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran UNS, dalam pembangunan desa melalui kegiatan yang bermanfaat dari para akademisinya, terutama dalam memperkuat ketahan budaya desa untuk menuju desa binaan sebagai pusat MBKM. (Rensi)